Wednesday, December 11, 2013

Listrik lebih dibutuhkan dari Internet ?

gcompris

Listrik itu sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini. Sangat diperlukan bagi penggunaan perangkat elektronik seperti TV, PC, Lemari Es, Lampu dan lain-lain. Setiap rumah saat ini terutama di kota-kota akan sangat bergantung pada listrik sehingga jika ada pemadaman maka akan ramailah linimasa di facebook ataupun twitter tentang PLN, pemadaman dan lainnya yang berhubungan dengan listrik. Yup, setiap saat dengan semakin banyaknya jumlah penduduk dan berkembangnya industri maka kebutuhan akan listrik akan semakin tinggi tapi tidak ditunjang dengan persediaan listrik yang cukup. Proses pembangkitan listrik bisa dipelajari secara sederhana dari permainan anak-anak Gcompris.

Tux siap menyalakan saklar lampu
Pengguna ponsel cerdas yang selalu berada dalam jaringan dan punya banyak fitur untuk selalu dipakai juga sangat membutuhkan listrik karena itu yang mobilitasnya termasuk tinggi biasanya punya baterai cadangan atau pengisi baterai portabel (powerbank).

Jika dilihat dari pengertian Listrik di wikipedia, "Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif." Apakah memungkinkan untuk mengalirkan listrik tanpa kabel ? Atau apakah mungkin suatu saat kita bisa beli listrik seperti beli pulsa ? sehingga jika ponsel kita "lobet", bisa pesan listrik misalnya sebesar 5rb dan akan otomatis mengisi di baterai ponsel kita. Tentu beda dengan pengisian "pulsa" PLN pra bayar saat ini yang memakai jaringan kabel.

Saya berharap agar listrik di Indonesia semakin baik sehingga pemadaman tidak sering terjadi karena di kantor/rumah ada modem speedy, router dan perangkat pusat akses wifi yang menyediakan internet. Jika pemadaman sering terjadi atau listrik yang tidak stabil maka peralatan-peralatan tersebut tentu tidak akan lama penggunaannya (rusak).

Untuk mengantisipasi pemadaman maka tentu dibutuhkan alat lisrik penyimpan daya atau yang kita kenal dengan istilah UPS sedangkan untuk antisipasi ketidakstabilan listrik maka kita butuhkan alat litrik bernama stabilizer. Jenis-jenis, merek ataupun spesifikasinya bisa cari internet. Banyak distributor alat listrik yang menyediakan peralatan tersebut. Dan saat ini juga sudah banyak yang menyediakan kedua alat tersebut dalam satu alat. Jadi UPS yang di dalamnya sudah ada AVR.

Mungkin masih ada yang bingung tentang kedua alat listrik di atas, UPS dan Stabilizer. Oh ya, mengapa harus ada stabilizer lagi, mengapa bukan UPS saja?. Stabilizer disini adalah AVR atau Automatic Voltage Regulator untuk memastikan perubahan daya listrik (naik/turun) yang diberikan pada alat listrik lain lebih kecil sehingga tetap dengan daya kerjanya.

Skema instalasi AVR dan UPS :

Listrik --> Stabilizer/AVR --> UPS --> Peralatan Listrik/Internet



Notebook yang dipake konferensi DEMIT
Kemarin (10/11/2013) ada konferensi antar desa (Desa Melek Informasi dan Teknologi) dengan anggota DPR RI via hangout google tapi karena listrik padam sekitar 4 (empat) jam, internet pun tidak bisa dipakai karena baterai notebook sudah habis begitu pula dengan baterai UPS yang menangani modem.

Jadi jika kita membuat skala prioritas kebutuhan listrik atau internet, maka kita tentu lebih membutuhkan listrik. Karena tanpa listrik maka internet tidak akan ada. Bahkan internet bisa dialirkan melalui kabel listrik. Dan jika kita sadar sangat membutuhkan listrik dan internet maka tentu kita akan menjaga lingkungan kita dengan baik karena listrik yang kita nikmati sekarang ini (khususnya di Sulawesi Selatan) sebagian besar berasal dari PLTA Bakaru.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...